JATUH DARI SEPEDA MOTOR
            

            Senin,2 September 2017 sesudah ulangan tengah semester 1, seperti biasa saya bangun pagi karena saya harus berangkat sekolah pagi pagi. Setelah bersiap siap aku segera pamit kepada orang tuaku dan aku langsung berangkat.
            
            Sesampainya di sekolah, saya sangat senang karena sekolah sedang mengadakan class meeting. Saya dan teman teman saya menyiapkan diri untuk bertanding dengan kelas lain. Setelah selesai siap-siap,saya dan teman saya menuju halaman timur.
            
            Sebelum tim saya bertanding futsal, saya menjanjikan kepada teman saya, bila tim futsal saya menang, saya akan mentraktir teman saya untuk makan mi ayam “Dik, kalau tim kita menang, aku akan mentraktir kamu makan  mi ayam” ajak ku.”bener..!! kamu mau traktir aku makan mi ayam..??” jawab didik dengan senang. “bener lahh.. kenapa aku bohong.!!” Jawabku lagi. “ kalau begitu aku mau dehh..” jawab didik setuju. Setelah aku bertanya kepada teman saya,,dan teman saya menyetujuinya. Tidak lama kemudian kelas saya dipanggil oleh osis dan tim futsal kelas saya segera memasuki lapangan futsal. Setelah 10 menit berlalu, teman saya mencetak gol yang pertama untuk timnya.

 Setelah selesai pertandingan futsal, saya dan teman saya pulang ke rumah, sebelum pulang saya akan menepati janji saya kepada teman saya. “dik, jadi tidak makan mi ayam..??” tanyaku. “jadi doonggg….!!!” Jawab didik bahagia. Kemudian setelah menghabiskan makanan nya, kami bergegas untuk pulang ke rumah masing masing. Sesampainya di rumah , saya ganti baju dan sholat. Setelah itu saya akan pergi ke rumah teman saya. Sesampainya di rumah teman saya, saya langsung mengajaknya pergi ke toko mainan untuk membeli terompet pompa. Tak perlu berfikir panjang, saya langsung berangkat. Sebelum sampai  ke tempat tersebut, saya tidak menyangka bahwa nanti saya akan jatuh di tikungan itu. Saya langsung terjatuh dan tergeletak di jalan, lalu teman saya langsung berdiri dan berkata “astaghfirullah..astaghfirullah..astaghfirullah”, setelah itu saya langsung berdiri dan mengambil sepeda motor saya yang berada di tengah jalan dan saya mendorongnya ke pinggir jalan. Tidak lama kemudian, ada teman saya berdua yang berboncengan menggunakan motor. Lalu teman saya tersebut memberi saya sebuah tisu untuk mengelap darah yang menetes sangat banyak.Setelah itu teman saya pergi meninggalkan saya dan teman saya yang saya boncengi tadi. Setelah itu saya mengobatinya sejenak. Lalu, saya dan teman saya tersebut pulang ke rumah.


                Sesampainya di rumah, saya member tahu kepada orang tua saya bahwa saya terjatuh dari sepeda motor dan sempat panik. Setelah  itu, orang tua saya menanya saya “vito,kamu kok bisa jatuh gimana ceritanya.??”. “ tidak tau bu, kalau saya bisa terjatuh seperti ini, saya juga bingung.??” Jawab aku dengan bingung. Setelah orang tuaku menanyakan ku,, saya tidur karena sudah larut malam. Keesokan harinya, saya ditawari ayah saya untuk dibuatkan surat ijin “vito kamu tidak usah masuk sekolah saja,apa kamu ingin dibuatkan surat ijin..??” Tanya ayahku banyak. “tidak apa apa yah..kakiku juga masih sakit. Lalu ayah saya membuatkan surat ijin untuk saya, jadi saya tidak berangkat sekolah hari itu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini